SEKILAS INFO

     » Selamat Datang di Situs Resmi Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Madiun
Selasa, 13 Desember 2016 - 10:32:32 WIB
Kopi Kare Enak Dewe

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Bid. Distribusi & Ketersediaan Pangan - Dibaca: 43 kali

“Setelah ada pameran Gapoktan di Provinsi, tahu-tahu ada orang dari Jakarta yang pesan kopi kami”, tutur Pak Sumadi. Dengan mengenakan kemeja bermotif garis coklat, Pak Sumadi menuturkan kisahnya dalam membudidayakan kopi di daerahnya. Pak Sumadi berasal dari daerah Suweru, Desa Kare, Kecamatan Kare.

Kecamatan Kare ini merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Madiun. Kecamatan yang berada di lereng Gunung Wilis ini memiliki luas area 19.085 Ha dan merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Madiun. “di Kare itu mudah menemukan menu makanan tradisional, bebas polusi, dan adem”, tutur Yeny, penyuluh pertanian Kecamatan Kare.

Kawasan lereng gunung yang sejuk dan relatif dingin ini sangat cocok untuk membudidayakan kopi. Oleh karena itu, cukup banyak orang yang membudidayakan kopi dan tergabung dalam suatu kelompok tani.

Ada 51 orang yang tergabung dalam Kelompok Tani “Mugi Lestari” dengan Pak Sumadi sebagai ketuanya. Area budidaya kopi yang berada di dalam pengelolaan kelompok tani ini seluas 38 Ha dengan produksi rata-rata 20 ton glondong kopi basah.

Pak Sumadi yang ditemani Pak Marsono, siang itu menyampaikan ada dua jenis kopi yang dibudidayakan, robusta dan arabika. Namun, kopi robusta lebih dominan dibandingkan kopi arabika merujuk ketinggian tempat daerah Suweru yang lebih cocok untuk kopi robusta.

Produk kopi kelompok tani “Mugi Lestari” mulai dijual ke khalayak umum mulai tahun ini. Untuk produk bubuk kopi siap seduh per kilo kopi robusta dihargai Rp 90.000,- , sedangkan kopi arabika seharga Rp 115.000,-.

Produk Kopi dari Lereng Wilis Kecamatan Kare

Ada satu produk lagi yang tak kalah menarik dari kelompok tani “Mugi Lestari” ini adalah kopi lanang. Harga kopi lanang bisa mencapai dua kali lipat dari kopi biasa. Produksi yang tidak bisa diprediksi menjadi kendala tersendiri dalam menghasilkan kopi lanang. Namun, sejauh ini kelompok tani “Mugi Lestari” telah memproduksi 3 ton glondong kering kopi lanang. “Hanya orang-orang tertentu yang sudah tahu saja mas yang memesan kopi lanang”, pungkas Pak Sumadi. (As.)

Pak Sumadi dan Pak Marsono